$type=ticker$count=12$cols=3$cate=0

Pascal di OSN Mengapa Bahasa Lawas Ini Masih Dipakai Pelajar

SHARE:

Meski Python dan C++ populer, Pascal masih sering dipakai di Olimpiade Sains Nasional. Apa yang membuat bahasa klasik ini tetap relevan bagi pelajar?
Pascal

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ada satu fenomena menarik yang sering memicu perdebatan di kalangan pelajar dan pembelajar coding , mengapa Pascal masih bertahan dalam ekosistem kompetisi akademik seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN)? Di saat bahasa modern seperti Python dan C++ mendominasi industri, Pascal yang sering dicap sebagai bahasa klasik tetap memiliki tempat tersendiri.

Fenomena ini bukan sekadar soal tradisi lama, tetapi menyentuh aspek pedagogi, filosofi pemrograman, hingga dinamika kompetisi itu sendiri.

Bahasa Latihan Logika yang Disengaja

Pascal tidak lahir sebagai bahasa “tren”, melainkan sebagai bahasa pendidikan. Sejak awal perancangannya, Pascal difokuskan untuk membantu mahasiswa dan pelajar memahami konsep dasar ilmu komputer.

Pascal
Gambar 1. Pelajar fokus belajar pemrograman di komputer

Karakteristik Pascal yang paling mencolok adalah sifatnya yang tegas dan eksplisit :

  • Variabel harus dideklarasikan dengan tipe data yang jelas
  • Struktur program harus rapi dan tertata
  • Alur logika terlihat secara eksplisit dalam kode

Bagi pemula, ini mungkin terasa merepotkan. Namun dalam konteks pembelajaran algoritma, justru di situlah kekuatannya.

Bahasa ini memaksa pelajar untuk berpikir sebelum menulis kode. Tidak ada banyak ruang untuk pendekatan “trial and error” yang terlalu bebas. Setiap kesalahan logika biasanya langsung terlihat dalam struktur program.

Dalam dunia kompetisi algoritma, disiplin semacam ini menjadi aset besar. Peserta tidak hanya dituntut menyelesaikan soal, tetapi menyusun solusi yang :

  • efisien
  • sistematis
  • minim kesalahan konseptual

Pascal berfungsi seperti “alat latihan mental” untuk berpikir komputasional.

Mengapa Pascal Masih Muncul di OSN

Keberadaan Pascal di Olimpiade Sains Nasional tidak bisa dilepaskan dari sejarah pembinaan informatika di Indonesia.

Pascal
Gambar 2. Suasana kompetisi coding pelajar

Banyak materi pembinaan algoritma yang beredar di sekolah, bimbingan olimpiade, hingga komunitas akademik masih menggunakan Pascal sebagai media pengantar konsep. Salah satu rujukan yang cukup dikenal berasal dari Tim Olimpiade Komputer Indonesia, yang sejak lama menyediakan referensi algoritma dan pemrograman

Ada beberapa alasan praktis mengapa Pascal tetap relevan dalam konteks ini :

Stabilitas dan Kesederhanaan Lingkungan

Pascal tidak memiliki ekosistem library yang terlalu kompleks seperti bahasa modern. Ini justru menguntungkan dalam kompetisi akademik.

Peserta fokus pada :

  • logika inti
  • struktur data dasar
  • efisiensi algoritma

bukan pada penggunaan framework atau dependensi eksternal.

Minim Distraksi Fitur Modern

Bahasa modern menawarkan banyak kemudahan auto-type inference, struktur data dinamis, hingga sintaks yang sangat ringkas. Walaupun produktif, fitur ini bisa “menyembunyikan” proses berpikir di balik abstraksi.

Pascal cenderung transparan. Apa yang terjadi di memori dan alur program lebih mudah dipahami.

Tradisi Materi dan Bank Soal

Banyak soal algoritma klasik, modul pembinaan, dan contoh pembahasan historis disusun menggunakan Pascal. Mengganti seluruh ekosistem materi tentu tidak sesederhana mengganti bahasa.

Pascal vs Bahasa Modern dalam Kompetisi

Menarik untuk melihat Pascal bukan sebagai pesaing Python atau C++, tetapi sebagai alat dengan tujuan berbeda.

Pascal
Gambar 3. Perbandingan kode program di layar komputer

Dalam industri :

  • Python unggul dalam produktivitas dan AI
  • JavaScript unggul dalam web
  • C++ unggul dalam performa dan sistem tingkat rendah

Namun dalam kompetisi algoritma pelajar, fokusnya lebih sempit tetapi lebih dalam :

  • kompleksitas waktu
  • kompleksitas memori
  • strategi pemecahan masalah

Pascal masih mampu menangani semua kebutuhan fundamental tersebut.

Compiler modern seperti Free Pascal memungkinkan performa yang memadai untuk skenario kompetisi. Bahkan untuk banyak problem OSN, bottleneck bukan bahasa, melainkan kualitas algoritma.

Ini menciptakan realitas menarik bahasa modern tidak otomatis membuat solusi lebih baik.

Peserta dengan algoritma lemah tetap kalah, meski memakai bahasa paling populer sekalipun.

Dimensi Psikologis dalam Pembelajaran Pascal

Ada aspek yang jarang dibahas dampak Pascal terhadap pola belajar pelajar.

Pascal
Gambar 4. Ilustrasi Pelajar berpikir serius saat belajar coding

Bahasa yang lebih “keras” secara aturan sering kali menghasilkan pembiasaan mental tertentu :

  • lebih teliti dalam deklarasi variabel
  • lebih sadar terhadap tipe data
  • lebih disiplin dalam struktur program

Kesalahan kecil seperti mismatch tipe data atau variabel yang tidak dideklarasikan langsung menghasilkan error. Ini menciptakan feedback instan terhadap ketelitian.

Dalam jangka panjang, banyak pelajar yang memulai dari Pascal mengembangkan kebiasaan :

  • membaca ulang kode
  • merencanakan struktur sebelum implementasi
  • memahami alur logika secara menyeluruh

Keterampilan ini bersifat lintas bahasa.

Pascal dalam Sejarah Kompetisi Internasional

Fenomena Pascal juga memiliki akar historis dalam kompetisi global. Dalam sejarah International Olympiad in Informatics, Pascal pernah menjadi bahasa yang cukup dominan.

Pascal
Gambar 5. Kompetisi pemrograman tingkat internasional

Walaupun tren kini lebih condong ke C++, fakta historis ini menunjukkan sesuatu yang penting relevansi bahasa dalam kompetisi bersifat kontekstual.

Kompetisi algoritma selalu menilai :

  • kualitas logika
  • efisiensi solusi
  • ketepatan implementasi

Pascal pernah berjaya bukan karena popularitas industri, tetapi karena kesesuaiannya dengan tujuan evaluasi algoritmik.

Apakah Pascal Masih Rasional untuk Dipelajari di 2026? Ini pertanyaan yang wajar, terutama bagi generasi pelajar yang hidup di era AI, automation, dan software modern.

Jawaban yang lebih realistis adalah : tergantung tujuan belajar.

Pascal mungkin bukan pilihan strategis untuk :

  • pengembangan aplikasi modern
  • data science
  • machine learning
  • web development

Namun Pascal masih memiliki nilai tinggi untuk :

  • pembelajaran dasar pemrograman
  • latihan algoritma
  • persiapan kompetisi akademik
  • pemahaman konsep tipe data dan struktur program

Banyak pelajar yang memulai dari Pascal kemudian beralih ke C++, Python, atau Java dengan fondasi logika yang lebih kuat.

Dengan perspektif ini, Pascal bukanlah bahasa usang, melainkan bahasa dengan fungsi spesifik.

Paradoks yang Sebenarnya Masuk Akal

Di permukaan, Pascal di OSN tampak seperti paradoks. Bahasa klasik di era teknologi modern. Namun jika dilihat dari sudut pandang pendidikan, fenomena ini justru logis.

Pascal
Gambar 6. Ilustrasi Pelajar modern belajar pemrograman

Kompetisi akademik tidak selalu mengejar teknologi terbaru. Mereka mengejar alat yang paling efektif untuk menguji dan melatih cara berpikir. Dalam konteks disiplin logika, struktur algoritma, serta ketelitian pemrograman, Pascal masih memenuhi peran tersebut.

Alih-alih melihat Pascal sebagai bahasa yang “ketinggalan zaman”, mungkin lebih tepat melihatnya sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang berbeda ekosistem yang menempatkan logika di atas tren.

Pada akhirnya, bukan bahasa yang menentukan kualitas problem solver, tetapi cara berpikir yang dibangun selama proses belajar. Pascal, bagi banyak pelajar OSN, masih menjadi salah satu jalur untuk membentuk fondasi itu.


COMMENTS

Nama

Coding,23,css,21,html,30,javascript,21,laravel,15,pascal,8,php,28,sql,10,
ltr
item
DEV Media: Pascal di OSN Mengapa Bahasa Lawas Ini Masih Dipakai Pelajar
Pascal di OSN Mengapa Bahasa Lawas Ini Masih Dipakai Pelajar
Meski Python dan C++ populer, Pascal masih sering dipakai di Olimpiade Sains Nasional. Apa yang membuat bahasa klasik ini tetap relevan bagi pelajar?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTrJWfylyeHaGD8p2mihfwm7jRGZy5Are9i8rpLaeWt0Se8H96tbPml-LjovOUO3eC7PUOP48e3H9Ebh5OIs1Qj96Z5Zqoosy1y73FvgsQ2_TRICcYOxq2idRHFSRXF4xcQAT4V_M9L3xVLzOPYvQNKRemOYy_DipYnrPXEqwPKuoyyEPSAajWDJsminY/s1600/siswa_belajar_program.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTrJWfylyeHaGD8p2mihfwm7jRGZy5Are9i8rpLaeWt0Se8H96tbPml-LjovOUO3eC7PUOP48e3H9Ebh5OIs1Qj96Z5Zqoosy1y73FvgsQ2_TRICcYOxq2idRHFSRXF4xcQAT4V_M9L3xVLzOPYvQNKRemOYy_DipYnrPXEqwPKuoyyEPSAajWDJsminY/s72-c/siswa_belajar_program.png
DEV Media
https://www.dev.or.id/2026/02/httpswww.dev.or.id202602pascal-di-osn-mengapa-bahasa-lawas-masih-dipakai-pelajar.html
https://www.dev.or.id/
https://www.dev.or.id/
https://www.dev.or.id/2026/02/httpswww.dev.or.id202602pascal-di-osn-mengapa-bahasa-lawas-masih-dipakai-pelajar.html
true
6052010953020735000
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content