$type=ticker$count=12$cols=3$cate=0

Kenapa Banyak Developer Pilih Tailwind Daripada CSS Biasa

SHARE:

Mengulas alasan Tailwind semakin populer dibanding CSS biasa, terutama dari sisi kecepatan kerja, konsistensi desain, dan efisiensi development.
Tailwind CSS

Dalam beberapa tahun terakhir, cara developer menulis styling mengalami pergeseran yang cukup menarik. Jika dulu CSS tradisional menjadi satu-satunya pendekatan utama, kini semakin banyak developer beralih ke pendekatan utility-first seperti yang ditawarkan oleh Tailwind CSS. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, tetapi mencerminkan perubahan cara kerja, kebutuhan produktivitas, dan kompleksitas aplikasi web modern.

Perdebatan antara CSS biasa dan Tailwind sebenarnya bukan soal mana yang “lebih benar”, melainkan mana yang lebih efisien untuk konteks tertentu. Untuk memahami kenapa Tailwind begitu diminati, kita perlu melihatnya dari sudut pandang workflow developer, maintainability proyek, hingga dinamika tim frontend modern.

Perubahan Cara Developer Menulis Styling

CSS tradisional mengajarkan kita pola yang cukup jelas, pisahkan struktur (HTML) dari presentasi (CSS). Developer menulis class di HTML, lalu mendefinisikan styling dalam file CSS terpisah. Secara konsep, pendekatan ini rapi dan terstruktur. Namun, dalam praktiknya, terutama pada proyek besar, pola ini sering menghadirkan beberapa friksi.

Tailwind CSS
Gambar 1. Ilustrasi Perbandingan Tailwind CSS dan CSS tradisional

Semakin kompleks UI, semakin banyak class yang harus dibuat. Semakin banyak komponen, semakin besar pula file CSS yang harus dikelola. Developer sering terjebak dalam siklus yang berulang, buat class baru, pindah ke file CSS, kembali ke HTML, cek hasil, revisi lagi. Proses ini terasa wajar, tetapi ketika diulang ratusan kali dalam proyek nyata, dampaknya terhadap produktivitas mulai terasa.

Pendekatan utility-first yang diusung Tailwind mencoba memotong siklus tersebut. Alih-alih membuat class semantik seperti .card, .btn-primary, atau .header-title, developer langsung menggunakan utility classes seperti flex, mt-4, text-lg, bg-blue-500, dan seterusnya. Styling tidak lagi “disembunyikan” di file CSS terpisah, tetapi hadir langsung di markup.

Bagi banyak developer, ini terasa seperti perubahan paradigma. CSS yang dulu berfokus pada abstraksi class kini berubah menjadi komposisi utilitas. Dan justru di situlah letak daya tariknya.

Produktivitas dan Workflow yang Lebih Cepat

Salah satu alasan terbesar developer memilih Tailwind adalah kecepatan development. Dengan utility classes, developer tidak perlu lagi menulis CSS dari nol untuk setiap komponen baru. Sebagian besar kebutuhan styling sudah tersedia dalam bentuk class siap pakai.

Tailwind CSS
Gambar 2. Ilustrasi Developer bekerja cepat membangun UI

Dalam workflow tradisional, membuat sebuah komponen sederhana bisa melibatkan beberapa langkah tambahan menentukan nama class, memastikan tidak bentrok dengan class lain, menulis CSS, mengatur spesifisitas, dan sebagainya. Tailwind mengurangi beban kognitif tersebut. Developer cukup “merakit” tampilan menggunakan class yang sudah ada.

Beberapa studi dan ulasan praktisi menunjukkan bahwa utility-first CSS dapat mempercepat proses prototyping dan development UI secara signifikan . Hal ini terutama terasa ketika developer harus membangun banyak variasi layout dalam waktu singkat, seperti pada dashboard, landing page, atau aplikasi berbasis komponen.

Selain itu, Tailwind juga mendorong konsistensi desain. Karena class yang digunakan berasal dari sistem utilitas yang sama, jarang terjadi perbedaan margin, padding, atau ukuran font yang tidak disengaja. Tanpa disadari, developer sedang bekerja dalam sebuah design system yang implicit.

Workflow menjadi lebih linear. Tidak ada lagi bolak-balik intens antara HTML dan CSS hanya untuk perubahan kecil. Iterasi desain terasa lebih cepat, dan perubahan visual bisa dilakukan langsung di tempat.

Konsistensi Desain dan Kemudahan Maintenance

Masalah klasik dalam CSS tradisional bukan hanya soal penulisan awal, tetapi juga maintenance jangka panjang. Pada proyek besar, file CSS cenderung membengkak. Banyak class yang akhirnya tidak terpakai, tetapi tetap tinggal karena developer takut menghapus sesuatu yang mungkin masih digunakan.

Tailwind CSS
Gambar 3. Ilustrasi Antarmuka web dengan desain konsisten

Fenomena “CSS yang menumpuk” ini cukup umum. Class dibuat untuk kebutuhan tertentu, lalu terlupakan. Ketika tim berkembang, memahami dependensi antar class menjadi semakin sulit. CSS mulai terasa seperti ladang ranjau kecil yang penuh potensi konflik.

Tailwind menawarkan pendekatan berbeda. Dengan penggunaan utility classes langsung di markup, styling menjadi lebih lokal. Ketika sebuah komponen dihapus, styling yang terkait biasanya ikut hilang bersama markup tersebut. Ditambah lagi, mekanisme purge/JIT Tailwind membantu menghasilkan bundle CSS yang jauh lebih kecil di produksi .

Konsistensi desain juga menjadi efek samping yang menguntungkan. Karena developer cenderung menggunakan kombinasi utilitas yang sama, UI terasa lebih seragam tanpa harus membuat aturan desain yang terlalu ketat di awal.

Dari sisi tim, Tailwind sering dianggap mempermudah onboarding. Developer baru tidak perlu menghafal ratusan class custom milik proyek. Mereka cukup memahami pola utilitas Tailwind yang relatif standar. Hal ini mengurangi friksi komunikasi antar anggota tim.

Apakah CSS Tradisional Mulai Ditinggalkan

Menariknya, meningkatnya popularitas Tailwind bukan berarti CSS tradisional menjadi usang. Justru sebaliknya, pemahaman CSS dasar tetap menjadi fondasi penting. Tailwind sendiri pada akhirnya hanyalah abstraksi dari properti CSS.

Tailwind CSS
Gambar 4. Ilustrasi CSS tradisional dan Tailwind CSS berdampingan

Banyak developer berpengalaman menekankan bahwa Tailwind tidak menggantikan CSS, tetapi mengubah cara kita menggunakannya. Di balik utility classes tetap ada konsep fundamental seperti box model, flexbox, grid, positioning, dan responsivitas.

CSS tradisional masih unggul dalam beberapa konteks, terutama ketika dibutuhkan kontrol penuh terhadap arsitektur styling, pendekatan semantik yang kuat, atau kebutuhan desain yang sangat spesifik. Pada proyek kecil atau eksperimen visual tertentu, menulis CSS murni sering kali terasa lebih natural.

Namun, dalam ekosistem aplikasi modern yang berbasis komponen, dengan kebutuhan iterasi cepat dan tim yang dinamis, Tailwind menawarkan sesuatu yang sulit diabaikan, efisiensi workflow, konsistensi visual, dan kemudahan scaling.

Pada akhirnya, pilihan antara Tailwind dan CSS biasa bukan soal mengikuti tren, tetapi soal memahami kebutuhan proyek. Tailwind populer bukan karena “lebih keren”, melainkan karena banyak developer merasakan dampak praktisnya dalam pekerjaan sehari-hari.

Dan di situlah inti fenomenanya: perubahan teknologi frontend selalu didorong oleh satu hal sederhana bagaimana membuat developer bekerja lebih cepat, lebih konsisten, dan lebih sedikit frustasi.


COMMENTS

Nama

Coding,23,css,21,html,30,javascript,21,laravel,15,pascal,8,php,28,sql,10,
ltr
item
DEV Media: Kenapa Banyak Developer Pilih Tailwind Daripada CSS Biasa
Kenapa Banyak Developer Pilih Tailwind Daripada CSS Biasa
Mengulas alasan Tailwind semakin populer dibanding CSS biasa, terutama dari sisi kecepatan kerja, konsistensi desain, dan efisiensi development.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5TcgltcbhbuOWsqVHJGAxpUmCbGWQNs5bSu-Ewwk86byFJ7EcDM8rZzuVZxwGj9gzkSWB0eHxO62AUqnJLuuZtrowFcxWc53La984IS60pri030PD50e_o_s6B7iHGCLDlMsPY13-JjfTaDTebQJPNGz4xH7eKKtn4rXN0vrzlzEGHdrYaUU-Unr62rA/s1600/tailwind_css.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5TcgltcbhbuOWsqVHJGAxpUmCbGWQNs5bSu-Ewwk86byFJ7EcDM8rZzuVZxwGj9gzkSWB0eHxO62AUqnJLuuZtrowFcxWc53La984IS60pri030PD50e_o_s6B7iHGCLDlMsPY13-JjfTaDTebQJPNGz4xH7eKKtn4rXN0vrzlzEGHdrYaUU-Unr62rA/s72-c/tailwind_css.png
DEV Media
https://www.dev.or.id/2026/02/kenapa-banyak-developer-pilih-tailwind.html
https://www.dev.or.id/
https://www.dev.or.id/
https://www.dev.or.id/2026/02/kenapa-banyak-developer-pilih-tailwind.html
true
6052010953020735000
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content